Mencegah Virus Masuk Komputer

Mencegah Virus Masuk Komputer

Malware atau yang sering disebut virus bagi sebagian besar pengguna komputer ataupun internet merupakan hal yang sangat ditakutkan. Virus banyak jenisnya dan selalu berkembang diiringi dengan perkembangan software anti virus yang selalu lebih lambat dibandingkan dengan perkembangan virus itu sendiri.

Virus dapat dengan mudah memasuki komputer, laptop, notebook, smartphone atau perangkatan elektronik lainnya yang dapat merusak system dari perangkat tersebut.

Berikut ini beberapa tips yang bisa diterapkan untuk mencegah virus masuk ke perangkat komputer, laptop atau notebook yang sebagaian besar menggunakan operating system windows

1. Gunakan Antivirus
Pastikan ada setidaknya 1 antivirus di computer, laptop atau notebook anda
Saat ini berbagai macam antivirus dengan berbagai merek. Anda bisa memilihnya berdasarkan kebutuhan atau keinginan Anda. Antivirus berbayar biasa banyak dipilih karena dilengkapi dengan layanan support baik dibandingkan dengan yang gratis.

2. Lakukan Update dan Scan secara berkala
Apabila Anda sudah menggunakan antivirus, ingat selalu update paling tidak seminggu sekali, jika online maka aktifkan auto update pada antivirus dan lakukan  scan secara teratur pada computer, laptop atau notebook Anda

3. Bukalah folder melalui Windows Eksplorer  
Saat ingin mengambil data dari flash disk ataupun hard disk, usahakan jangan melakukan double click folder yang ada karena memungkinkan masuknya virus. Bukalah folder melalui Windows Eksplorer yang ada di sebelah kiri.

4. Tidak membuka sembarang link
Biasanya terdapat pada website tertentu atau spam email dengan link-link aneh yang dikirimkan oleh pengirim yang tidak jelas dan sebelumnya tidak kita kenal

5. Tidak sembarangan mendownload
Jangan mendownload file yang mencurigakan dan tidak dikenal, karena virus, worm, spyware, trojan dan hacker bisa masuk ke komputer, laptop atau notebook melalui file yang anda download tadi. Jika harus mendownload pastikan dari sumber resmi atau yang terpercaya

Jika komputer digunakan lebih dari user, berhati-hati sebelum membuka sebuah file tertentu, usahakan melihat ekstensinya dari fele tersebut. Misalnya file itu berekstensi .exe, .scr, .vbs, .bat atau tidak sesuai dengan iconnya segera waspadai

6. Buat folder autorun.inf
Autorun pada windows bisa menjadi jembatan masuk keluarnya virus menuju computer, laptop ataupun laptop. Jika Anda mencolok flash disk ataupun perangkat USB lainnya pada komputer Anda, biasanya feature autorun akan otomatis berjalan.

Sebagian besar virus khususnya trojan melakukan misi penyebarannya lewat autorun.inf
untuk mengatasi virus jenis diatas, caranya sebagai  berikut:

  • Di root directory dari semua partisi dan flash disk mu, buat sebuah folder bernama AUTORUN.INF dan rubah atribut folder ini menjadi “Read Only” atau “Hidden”. Jika  perlu, “System”.
  • Dalam folder autorun.inf tersebut, buat 1 atau 2 file .txt

7. Nonaktifkan autorun
Mematikan fungsi autorun merupakan salah satu cara dilakukan untuk melindungi komputer, laptop ataupun notebook anda dari masuknya virus dna menyebar keseluruh system anda .
Caranya  sebagai berikut:

  • Klik Start > Run, ketik “gpedit.msc” dan tekan Enter.
  • Masuk ke Computer Configuration\ Administrative Templates\ Windows Components\ Autoplay Policies\ kemudian pilih “Turn off Autoplay”
  • Non aktifkan Autoplay dengan  pilih Enabled, lalu pilih All Drives bila ingin mematikan semua fungsi autorun di semua media termasuk hard disk, atau pilih CD-ROM and removable media drives untuk mematikan autorun hanya di CD ROM dan Flashdisk. Lalu klik OK.

Setelah autorun dinonaktifkan maka jika Anda memasukan flash disk, hard disk eksternal ataupun usb tidak akan muncul kotak dialog autorun lagi pada komputer Anda.